Washington and Beijing agreed to a trade truce pending further talks, but markets remain volatile. Analysts expect ringgit and oil price volatility to persist this year, driven by US-China trade developments and Fed policy.
Persistent trade-war uncertainty and oil volatility raise costs for trade-dependent firms and can shift dollar-priced commodity demand from China.
Belum cukup peristiwa historis yang sebanding untuk analisis historis.
Setelah 12 peristiwa perdagangan netral sebelumnya, Minyak Mentah (WTI) bergerak median -2,2% selama 5 sesi (33% lebih tinggi; separuh tengah -3,6% sampai +0,9%), dan +1,2% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.