
Oil prices settled slightly lower on April 4 after China proposed a broad range of tariffs on US exports in response to a planned US levy on $50 billion of Chinese goods. A surprise 4.6 million barrel draw in US crude stockpiles pared losses, with Brent settling at $68.02 and WTI at $63.37.
Proposed Chinese duties on a broad set of US imports threaten US agricultural export demand, while the inventory draw signals tighter domestic crude supply that partly offset trade-driven weakness.
Setelah 12 peristiwa perdagangan netral sebelumnya, Minyak Mentah (WTI) bergerak median -2,2% selama 5 sesi (33% lebih tinggi; separuh tengah -3,6% sampai +0,9%), dan +1,2% selama 20 sesi.
Setelah 12 peristiwa perdagangan netral sebelumnya, Minyak Mentah (Brent) bergerak median +2,3% selama 5 sesi (75% lebih tinggi; separuh tengah +0,2% sampai +4,6%), dan +4,7% selama 20 sesi.
Setelah 803 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,0% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,7%), dan +0,9% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.