
The US Treasury designated China a currency manipulator for the first time in decades, after the yuan weakened past 7 per dollar. Beijing had said it would stop buying US agricultural products in response.
The manipulator label escalates the trade dispute and raises the risk of further Chinese retaliation against US farm exports, which is bearish for US soybean and grain prices.
Setelah 369 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median -0,2% selama 5 sesi (46% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,8%), dan +0,8% selama 20 sesi.
Setelah 310 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Jagung bergerak median +0,3% selama 5 sesi (54% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,9%), dan +0,6% selama 20 sesi.
Setelah 50 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Yuan Tiongkok (CNY per USD) bergerak median -0,1% selama 5 sesi (46% lebih tinggi; separuh tengah -0,4% sampai +0,4%), dan -0,0% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.