
China's agriculture ministry issued a three-year action plan to reduce soymeal use in animal feed. The plan targets soymeal ratios below 13% by 2025, down from 14.5% in 2022.
The aim is to cut reliance on soybean imports for food security.
Lower soymeal inclusion in Chinese feed reduces the country's demand for soybeans and soybean meal, which is bearish for global soy complex prices. Feed buyers should expect less Chinese demand for imported meal over time.
Setelah 223 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Bungkil Kedelai bergerak median -0,3% selama 5 sesi (45% lebih tinggi; separuh tengah -2,2% sampai +1,2%), dan -0,6% selama 20 sesi.
Setelah 369 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median -0,2% selama 5 sesi (46% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,8%), dan +0,8% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.