
Grain and oilseed prices fell as traders focused on whether the Iran war could end soon. Commentary noted that a halt to attacks would depend on reopening the Strait of Hormuz.
Lower energy and geopolitical risk premiums weigh on grain and oilseed prices, and feed costs may ease if the conflict de-escalates.
Setelah 87 peristiwa geopolitik bearish sebelumnya, Jagung bergerak median +0,1% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -1,5% sampai +2,1%), dan +0,3% selama 20 sesi.
Setelah 53 peristiwa geopolitik bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median -0,3% selama 5 sesi (47% lebih tinggi; separuh tengah -1,9% sampai +1,2%), dan +1,0% selama 20 sesi.
Setelah 255 peristiwa geopolitik bearish sebelumnya, Minyak Mentah (WTI) bergerak median -2,4% selama 5 sesi (31% lebih tinggi; separuh tengah -7,0% sampai +1,7%), dan -5,0% selama 20 sesi.
Setelah 250 peristiwa geopolitik bearish sebelumnya, Minyak Mentah (Brent) bergerak median -3,1% selama 5 sesi (36% lebih tinggi; separuh tengah -7,9% sampai +1,6%), dan -5,5% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.