
The yuan slipped against the dollar as investors weighed Trump's tariff plans, including a discussed 10% duty on Chinese imports tied to fentanyl flows. Beijing announced state insurer equity purchases to support stocks.
Potential new US tariffs on Chinese goods raise the risk of retaliation that could cut Chinese purchases of US soybeans, corn and meal, a bearish factor for US feed grain prices.
Setelah 31 peristiwa kebijakan bullish sebelumnya, Yuan Tiongkok (CNY per USD) bergerak median -0,2% selama 5 sesi (42% lebih tinggi; separuh tengah -0,4% sampai +0,3%), dan -0,1% selama 20 sesi.
Setelah 369 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median -0,2% selama 5 sesi (46% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,8%), dan +0,8% selama 20 sesi.
Setelah 310 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Jagung bergerak median +0,3% selama 5 sesi (54% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,9%), dan +0,6% selama 20 sesi.
Setelah 223 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Bungkil Kedelai bergerak median -0,3% selama 5 sesi (45% lebih tinggi; separuh tengah -2,2% sampai +1,2%), dan -0,6% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.