
Corn and soybean futures fell after a US Supreme Court ruling strengthened small refineries' bids for exemptions from biofuel blending mandates. Midwest rains also pressured prices, and SRW wheat hit its lowest since mid-April as northern hemisphere harvest supplies grew.
A setback for biofuel demand weakens the ethanol and soyoil outlet, while rains reduce weather premium in corn and soybeans.
Setelah 310 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Jagung bergerak median +0,3% selama 5 sesi (54% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,9%), dan +0,6% selama 20 sesi.
Setelah 369 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median -0,2% selama 5 sesi (46% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,8%), dan +0,8% selama 20 sesi.
Setelah 122 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Gandum (SRW) bergerak median -0,3% selama 5 sesi (44% lebih tinggi; separuh tengah -1,9% sampai +1,2%), dan +0,4% selama 20 sesi.
Setelah 351 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Minyak Kedelai bergerak median -0,0% selama 5 sesi (49% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,8%), dan -0,2% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.