
Funds moved from near-record short to near-record long positions in soybeans and soymeal after a USDA report cut Argentina's soybean crop forecast by 2.5 million tonnes to 56.5 million. Soybean futures hit the daily limit, and soymeal reached its highest since 2014.
Lower South American supply and expected record Chinese imports push soybean and meal prices higher, with buyers likely turning to U.S. supplies.
Setelah 747 peristiwa laporan bullish sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,3% selama 5 sesi (54% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +2,1%), dan +0,8% selama 20 sesi.
Setelah 414 peristiwa laporan bullish sebelumnya, Bungkil Kedelai bergerak median -0,1% selama 5 sesi (48% lebih tinggi; separuh tengah -2,1% sampai +2,3%), dan +0,3% selama 20 sesi.
Setelah 1.040 peristiwa laporan bullish sebelumnya, Jagung bergerak median +0,5% selama 5 sesi (62% lebih tinggi; separuh tengah -0,9% sampai +2,0%), dan +0,8% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.