
Weather remains a key market driver for the US and South America, with a building La Niña drawing attention but possibly weaker than historical events given wet conditions in Argentina. US yields have run above expectations, and farmers have been selling soybeans while holding corn.
Harvest and fall fieldwork delays may affect spring work.
Yields above expectations and farmer selling of soybeans add supply pressure, while uncertainty over La Niña and fieldwork delays provide some weather risk premium.
Setelah 363 peristiwa cuaca bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median -0,6% selama 5 sesi (42% lebih tinggi; separuh tengah -2,5% sampai +1,1%), dan -0,2% selama 20 sesi.
Setelah 445 peristiwa cuaca netral sebelumnya, Jagung bergerak median +0,1% selama 5 sesi (52% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,6%), dan +0,7% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.