
A Nidera analyst says grain prices over harvest will be set by global supply, demand, stocks and weather rather than Brexit. In June, markets rallied on adverse weather affecting Argentine soybeans and Brazil's safrinha corn.
Attention has shifted to La Nina, which could bring late-summer heat to US corn and soybean areas, though it has been weaker than feared.
Weather risk in the US and South America keeps corn and soybean prices sensitive to crop news, and a weaker pound supports UK grain prices.
Setelah 445 peristiwa cuaca netral sebelumnya, Jagung bergerak median +0,1% selama 5 sesi (52% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,6%), dan +0,7% selama 20 sesi.
Setelah 324 peristiwa cuaca netral sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,0% selama 5 sesi (52% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,7%), dan +0,7% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.