The ringgit opened weaker against the US dollar at 4.0440/0470 on June 29, as the dollar gained buying momentum amid rising US-China trade tensions. Trump announced a national security review to halt China's purchases of sensitive American technology.
A firmer dollar and weaker ringgit raise the local-currency cost of imported feed ingredients for Malaysian buyers, while trade escalation adds uncertainty to commodity demand.
Belum cukup peristiwa historis yang sebanding untuk analisis historis.
Setelah 45 peristiwa perdagangan bullish sebelumnya, Dolar AS (Luas) bergerak median -0,0% selama 5 sesi (42% lebih tinggi; separuh tengah -0,3% sampai +0,4%), dan -0,0% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.