
China announced a 25% retaliatory tariff, effective July 6, on $34 billion of U.S. goods including soybeans, pork, seafood and automobiles. The move mirrors the U.S. Trade Representative's tariff on 818 Chinese imports worth about $34 billion.
Retaliatory duties on U.S. soybeans and pork threaten Chinese demand for U.S. feed ingredients, which is bearish for soybeans and meal, and could also weigh on hog demand.
Setelah 803 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,0% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,7%), dan +0,9% selama 20 sesi.
Setelah 384 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Bungkil Kedelai bergerak median -0,2% selama 5 sesi (47% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,6%), dan -0,5% selama 20 sesi.
Setelah 123 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Babi Hidup (Lean Hogs) bergerak median -0,4% selama 5 sesi (43% lebih tinggi; separuh tengah -2,9% sampai +2,0%), dan -0,2% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.
China's retaliatory 25% tariff on US soybeans was announced June 15 and was anticipated beforehand, so fear of it weighed on prices, but the timing lies just after the window.