
China's retaliatory levies on US farm goods, imposed in March, have accelerated a shift away from US soybean imports toward Brazil. Brazil's bumper harvest is on track for a record second-quarter import surge into China.
Chinese retaliation redirects soybean demand from US to Brazilian supply, which weighs on US soybean export prices and firms Brazilian soybean premiums. Sustained Chinese buying of Brazilian beans tightens the export balance for Brazil while leaving US sellers with a larger surplus.
Setelah 803 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,0% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,7%), dan +0,9% selama 20 sesi.
Setelah 384 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Bungkil Kedelai bergerak median -0,2% selama 5 sesi (47% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,6%), dan -0,5% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.