
China's pork industry is undergoing structural changes, and African swine fever in the hog herd is creating regional supply and demand imbalances. Pork production has shifted to northern and southwestern provinces away from urban demand centers, and government movement controls on live hogs and meat have depressed prices in northern China.
Reduced hog numbers and regional pork gluts cut demand for feed grains and soymeal in China, which weighs on feed-ingredient prices and China's import needs.
Setelah 117 peristiwa penyakit bearish sebelumnya, Babi Hidup (Lean Hogs) bergerak median -0,6% selama 5 sesi (36% lebih tinggi; separuh tengah -2,2% sampai +1,6%), dan +1,2% selama 20 sesi.
Setelah 167 peristiwa penyakit bearish sebelumnya, Bungkil Kedelai bergerak median -0,6% selama 5 sesi (40% lebih tinggi; separuh tengah -1,8% sampai +1,4%), dan -0,8% selama 20 sesi.
Setelah 175 peristiwa penyakit bearish sebelumnya, Jagung bergerak median +0,0% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,5%), dan +0,6% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.