
A hawkish Federal Reserve forecast showing two interest-rate increases by end-2023 pushed almost all developing Asian currencies lower against the dollar. The South Korean won fell as much as 1.5%, while the Chinese yuan, Indian rupee and Indonesian rupiah each dropped at least 0.5%.
A stronger dollar and weaker Asian currencies raise the local-currency cost of imported feed ingredients for Asian buyers and can weigh on Asian demand for US commodities, pressuring grain and oilseed prices in dollar terms.
Setelah 2.356 peristiwa makro bullish sebelumnya, Dolar AS (Luas) bergerak median +0,2% selama 5 sesi (60% lebih tinggi; separuh tengah -0,3% sampai +0,7%), dan +0,4% selama 20 sesi.
Setelah 398 peristiwa makro bullish sebelumnya, Yuan Tiongkok (CNY per USD) bergerak median +0,0% selama 5 sesi (56% lebih tinggi; separuh tengah -0,3% sampai +0,5%), dan +0,0% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.