The ringgit opened higher against the US dollar on February 18, 2022, at 4.1840/1865 from 4.1865/1880, supported by steady commodity prices. Brent stayed above US$92 per barrel and Malaysia's CPO benchmark rose to RM5,507 per tonne.
Elevated crude and palm oil prices support Malaysia's export earnings and the ringgit, while expected Fed tightening keeps dollar demand firm.
Belum cukup peristiwa historis yang sebanding untuk analisis historis.
Setelah 38 peristiwa makro bullish sebelumnya, Minyak Sawit bergerak median +0,5% selama 5 sesi (61% lebih tinggi; separuh tengah -0,5% sampai +3,0%), dan -0,3% selama 20 sesi.
Setelah 323 peristiwa makro bullish sebelumnya, Minyak Mentah (Brent) bergerak median +0,7% selama 5 sesi (58% lebih tinggi; separuh tengah -2,9% sampai +3,7%), dan +1,3% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.