
The ringgit closed lower against most currencies, including the US dollar, at 3.9690/3.9740. WTI and Brent crude rose to $108.25 and $122.09 per barrel as investors sought safe havens.
The FOMC kept rates unchanged.
Higher crude supports palm oil and vegetable oil prices through biodiesel demand. A weaker ringgit can make Malaysian palm oil more competitive for export.
Belum cukup peristiwa historis yang sebanding untuk analisis historis.
Setelah 38 peristiwa makro bullish sebelumnya, Minyak Sawit bergerak median +0,5% selama 5 sesi (61% lebih tinggi; separuh tengah -0,5% sampai +3,0%), dan -0,3% selama 20 sesi.
Setelah 487 peristiwa makro bullish sebelumnya, Minyak Mentah (WTI) bergerak median +1,0% selama 5 sesi (60% lebih tinggi; separuh tengah -2,0% sampai +4,0%), dan +1,5% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.