EU member states called for delays to the anti-deforestation law on 21 February, with Latvia citing up to six years for national adaptation. Ireland asked for more time for small operators, while the Dutch minister urged swift adoption.
Spain and Denmark were open to adding products such as rubber or maize.
Delays and possible scope expansion create uncertainty for EU soy and palm oil import flows, which could support feed protein and vegoil prices over time.
Setelah 356 peristiwa kebijakan bullish sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,1% selama 5 sesi (53% lebih tinggi; separuh tengah -1,2% sampai +2,3%), dan -0,9% selama 20 sesi.
Setelah 548 peristiwa kebijakan bullish sebelumnya, Minyak Sawit bergerak median +0,4% selama 5 sesi (61% lebih tinggi; separuh tengah -0,7% sampai +2,1%), dan +0,9% selama 20 sesi.
Setelah 439 peristiwa kebijakan netral sebelumnya, Jagung bergerak median +0,1% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -1,3% sampai +1,2%), dan +1,1% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.