A University of Arkansas review of 2016 says weather extremes drove a volatile grain market, with Argentine rains and Brazilian drought lifting corn and soybean prices from April to mid-June. Prices had sunk to multi-year lows earlier in the year on expectations of record South American crops.
The retrospective shows how South American weather shifts export demand toward the US, a dynamic that remains relevant for pricing corn and soybeans into 2017.
Setelah 445 peristiwa cuaca netral sebelumnya, Jagung bergerak median +0,1% selama 5 sesi (52% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,6%), dan +0,7% selama 20 sesi.
Setelah 324 peristiwa cuaca netral sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,0% selama 5 sesi (52% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,7%), dan +0,7% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.