
Analysts at Bank of America Merrill Lynch warned that Trump's protectionist trade moves could hit global commodity demand. The bank said oil prices in local currencies are near 2014 levels and emerging-market demand could suffer.
Trump withdrew the US from the Trans-Pacific Partnership on his first working day.
A sharp fall in trade would reduce energy and commodity demand, pressuring crude and related feed input prices. Trade policy uncertainty adds volatility to grain and oilseed export flows.
Setelah 80 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Minyak Mentah (WTI) bergerak median -2,2% selama 5 sesi (30% lebih tinggi; separuh tengah -6,9% sampai +0,8%), dan -1,5% selama 20 sesi.
Setelah 56 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Minyak Mentah (Brent) bergerak median -5,6% selama 5 sesi (20% lebih tinggi; separuh tengah -9,0% sampai -1,7%), dan -4,5% selama 20 sesi.
Setelah 101 peristiwa perdagangan sebelumnya, Dolar AS (Luas) bergerak median -0,1% selama 5 sesi (35% lebih tinggi; separuh tengah -0,8% sampai +0,3%), dan -0,6% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.