
Agri-Pulse reports a Washington panel agreeing the U.S.-China trade relationship is unbalanced but urging the Trump administration to move cautiously in seeking reforms. Panelists noted U.S. cotton, protein, nut and dairy exports depend heavily on China.
Risk of a trade confrontation with China threatens demand for U.S. farm exports, so cautious policy would limit downside pressure on export-linked commodity prices.
Setelah 554 peristiwa kebijakan netral sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,0% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,6%), dan +0,6% selama 20 sesi.
Setelah 439 peristiwa kebijakan netral sebelumnya, Jagung bergerak median +0,1% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -1,3% sampai +1,2%), dan +1,1% selama 20 sesi.
Setelah 93 peristiwa kebijakan netral sebelumnya, Susu (Class III) bergerak median -0,0% selama 5 sesi (48% lebih tinggi; separuh tengah -0,6% sampai +0,6%), dan +0,2% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.