
Saudi Arabia reported to OPEC that it produced just over 10 million bpd in February, about 263,000 bpd more than January, signaling it would defend its market share. Brent fell about 2 percent after the report, to about $50.72 a barrel.
Higher Saudi output and a price-war signal add supply pressure, pushing crude lower and weakening energy-linked input costs.
Setelah 210 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Minyak Mentah (Brent) bergerak median -0,9% selama 5 sesi (48% lebih tinggi; separuh tengah -3,8% sampai +3,2%), dan +0,2% selama 20 sesi.
Setelah 215 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Minyak Mentah (WTI) bergerak median +0,1% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -4,4% sampai +3,3%), dan +0,2% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.