
Edible oil prices turned volatile after a sharp drop over recent weeks driven by rising production, benign exports and large South American and Indian crops. Biodiesel blending expansion in South America and Southeast Asia has also been cited as a support factor.
Expanded biodiesel mandates, including Indonesia's higher blending target, could lift vegetable oil demand and prices. Ample supply from South America and India currently offsets that support.
Setelah 513 peristiwa kebijakan netral sebelumnya, Minyak Sawit bergerak median 0,0% selama 5 sesi (50% lebih tinggi; separuh tengah -1,6% sampai +1,4%), dan -0,1% selama 20 sesi.
Setelah 842 peristiwa kebijakan bullish sebelumnya, Minyak Kedelai bergerak median +0,2% selama 5 sesi (52% lebih tinggi; separuh tengah -1,6% sampai +2,1%), dan -0,5% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.