
At its July 24 St. Petersburg meeting, OPEC kept the production freeze with changes, including using export data for compliance. Nigeria agreed to join once output stabilizes at 1.8 million bpd, Libya shows no sign of accepting a ceiling, and Saudi Arabia pledged to limit crude exports to 6.6 million bpd.
Saudi export limits and Nigeria's planned entry tighten expected supply, while Libya's growth works against them, leaving crude price drivers balanced.
Setelah 187 peristiwa kebijakan netral sebelumnya, Minyak Mentah (WTI) bergerak median -0,1% selama 5 sesi (49% lebih tinggi; separuh tengah -4,0% sampai +3,5%), dan +0,1% selama 20 sesi.
Setelah 175 peristiwa kebijakan netral sebelumnya, Minyak Mentah (Brent) bergerak median -0,9% selama 5 sesi (45% lebih tinggi; separuh tengah -3,6% sampai +3,0%), dan +0,7% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.