
A World Trade Organization dispute panel was set up on Friday, September 22, to rule on a U.S. complaint about Chinese tariff-rate import quotas on farm goods including wheat, rice and corn. The panel will examine whether China administers these quotas consistently with its WTO commitments.
A ruling could eventually open or restrict China's grain import access, affecting U.S. export demand for wheat, rice and corn. The panel itself is a procedural step, so near-term price impact should be small.
Setelah 206 peristiwa perdagangan netral sebelumnya, Gandum (SRW) bergerak median +0,1% selama 5 sesi (53% lebih tinggi; separuh tengah -1,3% sampai +1,6%), dan +0,5% selama 20 sesi.
Setelah 480 peristiwa perdagangan netral sebelumnya, Jagung bergerak median +0,2% selama 5 sesi (54% lebih tinggi; separuh tengah -1,1% sampai +1,6%), dan +0,7% selama 20 sesi.
Setelah 70 peristiwa perdagangan netral sebelumnya, Gabah bergerak median +0,2% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -1,3% sampai +1,9%), dan +1,3% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.