
An informal survey of major U.S. farm groups identifies international trade, a new farm bill, infrastructure and immigration as the top agricultural challenges for 2018. Farm Bureau highlights net farm income falling 50% over four years and NAFTA and KORUS trade risks.
Possible NAFTA withdrawal or tariffs on Canada and Mexico would threaten export demand for U.S. feed grains and soymeal, a bearish risk for those markets.
Setelah 683 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Jagung bergerak median -0,2% selama 5 sesi (47% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,6%), dan +0,3% selama 20 sesi.
Setelah 803 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,0% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,7%), dan +0,9% selama 20 sesi.
Setelah 384 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Bungkil Kedelai bergerak median -0,2% selama 5 sesi (47% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,6%), dan -0,5% selama 20 sesi.
Setelah 206 peristiwa perdagangan netral sebelumnya, Gandum (SRW) bergerak median +0,1% selama 5 sesi (53% lebih tinggi; separuh tengah -1,3% sampai +1,6%), dan +0,5% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.