
Soybeans are emerging as the most powerful bargaining chip in escalating US-China trade tensions. China takes about a third of the US soybean crop, mainly for feed for its pig herd.
Beijing is reportedly studying restrictions on soybean imports as retaliation for US tariffs on washing machines and solar panels.
The risk of Chinese restrictions on US soybeans threatens a major export outlet and could widen basis and weigh on futures. Brazil and Argentina would likely capture displaced Chinese demand.
Setelah 53 peristiwa geopolitik bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median -0,3% selama 5 sesi (47% lebih tinggi; separuh tengah -1,9% sampai +1,2%), dan +1,0% selama 20 sesi.
Setelah 17 peristiwa geopolitik bearish sebelumnya, Bungkil Kedelai bergerak median -0,1% selama 5 sesi (47% lebih tinggi; separuh tengah -2,4% sampai +1,9%), dan +0,3% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.