
U.S.-China trade tensions, including Beijing's threatened 25 percent tariff on U.S. soybeans and an anti-dumping investigation, are creating uncertainty for American farmers planning their crops. The soybean tariff threat covers the single most valuable U.S. farm export to China, worth about $12 billion a year.
Uncertainty over China's soybean demand could shift U.S. planting between soybeans and corn, affecting future supply balances. Near-term price impact is limited until planting decisions are firm.
Setelah 250 peristiwa perdagangan netral sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,0% selama 5 sesi (50% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,6%), dan -0,2% selama 20 sesi.
Setelah 480 peristiwa perdagangan netral sebelumnya, Jagung bergerak median +0,2% selama 5 sesi (54% lebih tinggi; separuh tengah -1,1% sampai +1,6%), dan +0,7% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.