A Reuters poll of 44 analysts forecasts Brent averaging $72.87 in 2018 and WTI $67.32, both slightly higher than last month. Analysts expect range-bound prices in the second half of 2018 and 2019 as OPEC and U.S. shale output offset Iranian supply losses.
A steady outlook implies stable energy costs for feed transport and processing through 2019. Trade-war demand worries cap upside, limiting biofuel-linked crop price support from crude.
Setelah 41 peristiwa laporan netral sebelumnya, Minyak Mentah (Brent) bergerak median -1,4% selama 5 sesi (41% lebih tinggi; separuh tengah -4,0% sampai +1,9%), dan +1,8% selama 20 sesi.
Setelah 56 peristiwa laporan netral sebelumnya, Minyak Mentah (WTI) bergerak median +0,0% selama 5 sesi (50% lebih tinggi; separuh tengah -2,7% sampai +2,5%), dan +0,8% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.