
China's agriculture ministry cut its 2018-19 soybean import estimate to 84 million tonnes from 94 million in August. The USDA's September estimate is 94 million tonnes.
Analysts are divided on whether China will substantially reduce soybean use, and some expect it to source more from Brazil and Argentina.
A sharp cut in Chinese import demand would leave more soybeans and meal available for other buyers, which is bearish for soybean and soybean meal prices. The disagreement between Chinese official estimates and USDA figures adds uncertainty to the outlook.
Setelah 803 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,0% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,7%), dan +0,9% selama 20 sesi.
Setelah 384 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Bungkil Kedelai bergerak median -0,2% selama 5 sesi (47% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,6%), dan -0,5% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.