
Soy prices are reported to be in a trough after China's sick-pig slaughter. China is the world's largest soybean importer, mostly crushing beans into oil and soymeal for its hog herd of over 400 million.
Reduced Chinese hog numbers cut soymeal demand, keeping soybean and meal prices depressed until herd recovery.
Setelah 50 peristiwa penyakit bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,5% selama 5 sesi (58% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +2,4%), dan +0,0% selama 20 sesi.
Setelah 167 peristiwa penyakit bearish sebelumnya, Bungkil Kedelai bergerak median -0,6% selama 5 sesi (40% lebih tinggi; separuh tengah -1,8% sampai +1,4%), dan -0,8% selama 20 sesi.
Setelah 117 peristiwa penyakit bearish sebelumnya, Babi Hidup (Lean Hogs) bergerak median -0,6% selama 5 sesi (36% lebih tinggi; separuh tengah -2,2% sampai +1,6%), dan +1,2% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.