
Bloomberg reports that African swine fever spreading through China is expected to reshape global soybean markets for years. Rebuilding China's pig herd and pork supply is estimated to take three to five years, curbing soybean meal demand for feed.
Lower Chinese hog numbers mean less feed demand, reducing import needs for soybeans and soymeal and pressuring global soy prices over the medium term.
Setelah 175 peristiwa penyakit bearish sebelumnya, Jagung bergerak median +0,0% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,5%), dan +0,6% selama 20 sesi.
Setelah 50 peristiwa penyakit bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,5% selama 5 sesi (58% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +2,4%), dan +0,0% selama 20 sesi.
Setelah 167 peristiwa penyakit bearish sebelumnya, Bungkil Kedelai bergerak median -0,6% selama 5 sesi (40% lebih tinggi; separuh tengah -1,8% sampai +1,4%), dan -0,8% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.