
Reports say U.S. trade war aid for farmers will favour soybeans, as China historically bought about 60% of U.S. soy exports before curbing purchases after Trump's tariffs. China retaliated with tariffs on U.S. soy, pork, corn and other goods.
Targeted aid for soybean growers may support U.S. soy acreage and farm income, but it does not restore lost Chinese export demand, so the price effect on soybeans is limited.
Setelah 137 peristiwa kebijakan netral sebelumnya, Gandum (SRW) bergerak median -0,4% selama 5 sesi (43% lebih tinggi; separuh tengah -1,9% sampai +1,2%), dan +0,3% selama 20 sesi.
Setelah 439 peristiwa kebijakan netral sebelumnya, Jagung bergerak median +0,1% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -1,3% sampai +1,2%), dan +1,1% selama 20 sesi.
Setelah 554 peristiwa kebijakan netral sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,0% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,6%), dan +0,6% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.