
Oil futures closed down 4.8% in New York after OPEC agreed to extend production curbs, the worst reaction to an OPEC meeting since 2014. Bank of England Governor Mark Carney warned of rising protectionism and a widespread global slowdown, adding to worries after weak US, Chinese and European manufacturing data.
Weaker crude and energy-wide demand worries tend to lower diesel and biofuel margins, which can soften soybean oil, corn ethanol and DDGS values for feed buyers.
Setelah 565 peristiwa makro bearish sebelumnya, Minyak Mentah (WTI) bergerak median -1,4% selama 5 sesi (41% lebih tinggi; separuh tengah -5,9% sampai +3,0%), dan -0,5% selama 20 sesi.
Setelah 312 peristiwa makro bearish sebelumnya, Minyak Mentah (Brent) bergerak median -1,7% selama 5 sesi (38% lebih tinggi; separuh tengah -5,4% sampai +2,3%), dan -1,7% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.