
The IEA forecasts global biofuel output rising about 25% over 2019 to 2024, with ethanol up 20% and biodiesel/HVO up 33%. Iowa State economists disagree on the outlook, with Iowa ethanol plants closing amid low prices.
Expanding biofuel demand supports corn and soyoil prices over the medium term, though near-term US ethanol weakness limits the immediate impact.
Setelah 318 peristiwa kebijakan bullish sebelumnya, Jagung bergerak median -0,1% selama 5 sesi (48% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,5%), dan -0,2% selama 20 sesi.
Setelah 842 peristiwa kebijakan bullish sebelumnya, Minyak Kedelai bergerak median +0,2% selama 5 sesi (52% lebih tinggi; separuh tengah -1,6% sampai +2,1%), dan -0,5% selama 20 sesi.
Setelah 548 peristiwa kebijakan bullish sebelumnya, Minyak Sawit bergerak median +0,4% selama 5 sesi (61% lebih tinggi; separuh tengah -0,7% sampai +2,1%), dan +0,9% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.