USDA Chief Economist Robert Johansson outlined the 2020 farm outlook at the Agricultural Outlook Forum, citing the USMCA, the U.S.-Japan agreement, and the U.S.-China deal as improving market access. The three deals cover over half of U.S. agricultural exports.
Improved export access supports demand for U.S. meat, grain and oilseeds, which can underpin prices for feed commodities.
Setelah 318 peristiwa kebijakan bullish sebelumnya, Jagung bergerak median -0,1% selama 5 sesi (48% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,5%), dan -0,2% selama 20 sesi.
Setelah 356 peristiwa kebijakan bullish sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,1% selama 5 sesi (53% lebih tinggi; separuh tengah -1,2% sampai +2,3%), dan -0,9% selama 20 sesi.
Setelah 17 peristiwa kebijakan bullish sebelumnya, Sapi Hidup bergerak median -0,0% selama 5 sesi (47% lebih tinggi; separuh tengah -1,2% sampai +0,9%), dan +1,0% selama 20 sesi.
Setelah 37 peristiwa kebijakan bullish sebelumnya, Babi Hidup (Lean Hogs) bergerak median +0,0% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -2,8% sampai +0,9%), dan +0,2% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.