
Analysts warn that a strong dollar and coronavirus-related disruption could make it harder for China to meet its $36.5 billion US farm purchase target under the phase one trade deal. The strong dollar also weakens the Brazilian real and Argentine peso, making rival exports cheaper.
A strong dollar makes US grain and soybeans less competitive against Brazilian and Argentine supplies, and doubts about China's purchases weigh on US soy, corn and meal demand expectations.
Setelah 803 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,0% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,7%), dan +0,9% selama 20 sesi.
Setelah 683 peristiwa perdagangan bearish sebelumnya, Jagung bergerak median -0,2% selama 5 sesi (47% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,6%), dan +0,3% selama 20 sesi.
Setelah 45 peristiwa perdagangan bullish sebelumnya, Dolar AS (Luas) bergerak median -0,0% selama 5 sesi (42% lebih tinggi; separuh tengah -0,3% sampai +0,4%), dan -0,0% selama 20 sesi.
Setelah 16 peristiwa perdagangan bullish sebelumnya, Real Brasil (BRL per USD) bergerak median -0,3% selama 5 sesi (44% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,9%), dan +0,9% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.