
Oil prices fell on April 1 after US crude inventories rose 13.8 million barrels, the biggest weekly gain since 2016, according to EIA data. Gasoline demand also fell by a record weekly amount during coronavirus lockdowns.
A large inventory build and falling fuel demand signal oversupply, which points to continued downward pressure on crude and energy-linked costs.
Setelah 171 peristiwa laporan bearish sebelumnya, Minyak Mentah (WTI) bergerak median -1,5% selama 5 sesi (37% lebih tinggi; separuh tengah -4,8% sampai +1,9%), dan -0,9% selama 20 sesi.
Setelah 129 peristiwa laporan bearish sebelumnya, Minyak Mentah (Brent) bergerak median -1,3% selama 5 sesi (45% lebih tinggi; separuh tengah -3,9% sampai +2,5%), dan +0,4% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.