Commentary says COVID-19 has crushed global supply chains and demand, with WTO suggesting trade could fall as much as 32% this year. Tanker rates spiked on record floating storage demand while container and dry bulk rates struggled.
A trade contraction of this size weakens demand for bulk commodities and feed ingredients, and bearish dry bulk rates reflect that softer global volume outlook.
Belum cukup peristiwa historis yang sebanding untuk analisis historis.
Setelah 102 peristiwa makro netral sebelumnya, Minyak Mentah (WTI) bergerak median -0,1% selama 5 sesi (49% lebih tinggi; separuh tengah -3,3% sampai +2,5%), dan +1,8% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.