Analysts expect higher crude palm oil sales after Malaysia suspended its CPO export tax from June until year-end, making its product more competitive than Indonesia's. AffinHwang Capital reported restocking by buyers that lifted demand in June and July.
Indonesia's export levy was raised to $55 per tonne, and India may consider raising edible oil import taxes.
Improved Malaysian export competitiveness and restocking demand support palm oil prices, while possible Indian import tax increases are a downside risk.
Setelah 133 peristiwa perdagangan bullish sebelumnya, Minyak Sawit bergerak median +0,7% selama 5 sesi (64% lebih tinggi; separuh tengah -0,8% sampai +2,3%), dan +1,7% selama 20 sesi.
Setelah 81 peristiwa perdagangan netral sebelumnya, Minyak Kedelai bergerak median +0,3% selama 5 sesi (56% lebih tinggi; separuh tengah -1,6% sampai +1,8%), dan +0,9% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.