
USDA's September WASDE raised its 2020 milk production forecast by 200 million pounds, while cutting dairy price forecasts. Combined with smaller crop estimates, USDA projected higher corn and soybean prices for the 2020-21 marketing year.
A smaller US harvest tightens feed grain supplies and lifts feed costs, while weaker milk price forecasts squeeze dairy margins.
Setelah 1.040 peristiwa laporan bullish sebelumnya, Jagung bergerak median +0,5% selama 5 sesi (62% lebih tinggi; separuh tengah -0,9% sampai +2,0%), dan +0,8% selama 20 sesi.
Setelah 747 peristiwa laporan bullish sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,3% selama 5 sesi (54% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +2,1%), dan +0,8% selama 20 sesi.
Setelah 273 peristiwa laporan bearish sebelumnya, Susu (Class III) bergerak median -0,2% selama 5 sesi (39% lebih tinggi; separuh tengah -1,3% sampai +0,4%), dan -1,4% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.