
The American Soybean Association economist analyzes the growth of Chinese soybean demand, citing USDA forecasts of 117.4 million tons consumption in 2020/21 and China's share of world soybean consumption rising from 9.3% to 31.8%. Strong fall U.S. soybean flows to China are also discussed.
China accounts for about 60% of world soybean imports, so structural demand growth underpins soybean prices. Questions about future export growth add some uncertainty to the outlook.
Setelah 696 peristiwa perdagangan bullish sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,3% selama 5 sesi (54% lebih tinggi; separuh tengah -1,3% sampai +1,9%), dan +0,7% selama 20 sesi.
Setelah 224 peristiwa perdagangan netral sebelumnya, Bungkil Kedelai bergerak median -0,2% selama 5 sesi (43% lebih tinggi; separuh tengah -1,7% sampai +1,2%), dan -0,2% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.