
The yuan weakened to a two-week low on March 24 as the dollar approached a four-month high. Concerns over a third COVID wave in Europe, possible US tax hikes, and China-West tensions, including the cancellation of EU-China talks, drove safe-haven demand.
A firmer dollar and weaker yuan lower China's purchasing power for dollar-priced feed imports, a mild bearish pressure on demand.
Setelah 398 peristiwa makro bullish sebelumnya, Yuan Tiongkok (CNY per USD) bergerak median +0,0% selama 5 sesi (56% lebih tinggi; separuh tengah -0,3% sampai +0,5%), dan +0,0% selama 20 sesi.
Setelah 2.356 peristiwa makro bullish sebelumnya, Dolar AS (Luas) bergerak median +0,2% selama 5 sesi (60% lebih tinggi; separuh tengah -0,3% sampai +0,7%), dan +0,4% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.