
USDA's NASS Milk Production report shows US licensed dairy operations fell again, to just under 32,000, and 2020 milk output rose just over 2% to 223 billion pounds. The American Farm Bureau notes that rising corn and soybean meal prices are expected to continue into 2021.
Rising feed costs squeeze dairy margins and may slow herd expansion, which can soften future demand for feed. Higher corn and meal prices are the key mechanism here.
Setelah 136 peristiwa laporan netral sebelumnya, Susu (Class III) bergerak median -0,1% selama 5 sesi (43% lebih tinggi; separuh tengah -0,7% sampai +0,5%), dan -0,3% selama 20 sesi.
Setelah 1.040 peristiwa laporan bullish sebelumnya, Jagung bergerak median +0,5% selama 5 sesi (62% lebih tinggi; separuh tengah -0,9% sampai +2,0%), dan +0,8% selama 20 sesi.
Setelah 414 peristiwa laporan bullish sebelumnya, Bungkil Kedelai bergerak median -0,1% selama 5 sesi (48% lebih tinggi; separuh tengah -2,1% sampai +2,3%), dan +0,3% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.