
The rupiah opened 0.05% stronger at Rp14,215 per dollar on September 7 after the Fed delayed tapering following weak US employment data. Local analysts expected further gains as COVID-19 conditions eased in Indonesia.
A delayed Fed taper weakens the dollar and eases pressure on Indonesian feed import costs, though the effect on commodity prices is minor.
Belum cukup peristiwa historis yang sebanding untuk analisis historis.
Setelah 1.637 peristiwa makro bearish sebelumnya, Dolar AS (Luas) bergerak median -0,2% selama 5 sesi (39% lebih tinggi; separuh tengah -0,6% sampai +0,3%), dan -0,2% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.