
Reuters reports that U.S. farmers are turning to soybeans because high fertilizer costs and scarce seed make corn less attractive. The article text is truncated and gives few specifics.
A shift from corn to soybean acreage would reduce expected corn supply and lift soybean and soymeal balances, while high fertilizer costs signal tighter input economics.
Setelah 729 peristiwa perdagangan bullish sebelumnya, Jagung bergerak median +0,4% selama 5 sesi (56% lebih tinggi; separuh tengah -1,1% sampai +1,8%), dan +0,5% selama 20 sesi.
Setelah 696 peristiwa perdagangan bullish sebelumnya, Kedelai bergerak median +0,3% selama 5 sesi (54% lebih tinggi; separuh tengah -1,3% sampai +1,9%), dan +0,7% selama 20 sesi.
Setelah 176 peristiwa perdagangan bullish sebelumnya, Urea bergerak median +0,1% selama 5 sesi (51% lebih tinggi; separuh tengah -1,3% sampai +2,4%), dan +1,6% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.