
The ringgit opened lower against the dollar on November 29 at 4.5000/5100, weighed by a stronger greenback and falling crude oil prices. Brent fell 0.46% to US$82.81 amid OPEC supply uncertainty.
Weaker crude and a firmer dollar pressure Malaysian palm oil's biodiesel-linked demand and raise the dollar cost of Malaysian commodity exports.
Belum cukup peristiwa historis yang sebanding untuk analisis historis.
Setelah 312 peristiwa makro bearish sebelumnya, Minyak Mentah (Brent) bergerak median -1,7% selama 5 sesi (38% lebih tinggi; separuh tengah -5,4% sampai +2,3%), dan -1,7% selama 20 sesi.
Setelah 51 peristiwa makro bearish sebelumnya, Minyak Sawit bergerak median -1,3% selama 5 sesi (35% lebih tinggi; separuh tengah -4,1% sampai +1,1%), dan -1,8% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.