
China's official manufacturing activity shrank faster than expected in May as weakening demand deepened. The weak readings pushed Asian markets lower, with the yuan, Australian dollar and New Zealand dollar all falling sharply.
Softer Chinese industrial demand points to lower import needs for soybeans and feed inputs, which weighs on feed commodity prices. A weaker yuan also makes dollar-priced imports more expensive for Chinese buyers, which can further reduce purchasing.
Setelah 788 peristiwa laporan bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median -0,3% selama 5 sesi (47% lebih tinggi; separuh tengah -2,0% sampai +1,5%), dan -0,9% selama 20 sesi.
Setelah 24 peristiwa laporan sebelumnya, Yuan Tiongkok (CNY per USD) bergerak median -0,0% selama 5 sesi (46% lebih tinggi; separuh tengah -0,3% sampai +0,4%), dan -0,9% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.