
USDA raised its 2024-25 U.S. soybean ending stocks by 10 million bushels to 455 million, citing lower crush, and lowered wheat stocks to 758 million bushels. It held corn ending stocks at 2.1 billion bushels.
The agency raised its U.S. wheat export forecast sharply to 800 million bushels and cut Russian wheat output to 83 million tons.
Lower Russian and EU wheat supplies and stronger U.S. export demand support wheat prices, while higher soybean stocks weigh on soybeans. Corn is steady, with stocks at their largest since 2018-19.
Setelah 769 peristiwa laporan bullish sebelumnya, Gandum (SRW) bergerak median +0,2% selama 5 sesi (53% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +2,0%), dan +0,2% selama 20 sesi.
Setelah 180 peristiwa laporan bullish sebelumnya, Gandum (HRW) bergerak median +0,4% selama 5 sesi (53% lebih tinggi; separuh tengah -2,1% sampai +3,7%), dan -0,6% selama 20 sesi.
Setelah 788 peristiwa laporan bearish sebelumnya, Kedelai bergerak median -0,3% selama 5 sesi (47% lebih tinggi; separuh tengah -2,0% sampai +1,5%), dan -0,9% selama 20 sesi.
Setelah 770 peristiwa laporan netral sebelumnya, Jagung bergerak median +0,2% selama 5 sesi (54% lebih tinggi; separuh tengah -1,1% sampai +1,6%), dan +0,7% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.