Philippine livestock output in Q1 2024 was mixed, with hog production down about 4% due to African Swine Fever and goat output falling due to El Niño. The government extended lower import duties on rice, corn and meat through 2024 to stabilize prices.
The article also flags an emerging Q fever risk.
Lower import duties encourage more imported corn and meat into the Philippines, which weakens local prices and supports demand for imported feed grains.
Setelah 310 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Jagung bergerak median +0,3% selama 5 sesi (54% lebih tinggi; separuh tengah -1,4% sampai +1,9%), dan +0,6% selama 20 sesi.
Setelah 34 peristiwa kebijakan bearish sebelumnya, Babi Hidup (Lean Hogs) bergerak median -0,3% selama 5 sesi (41% lebih tinggi; separuh tengah -1,6% sampai +1,3%), dan -1,8% selama 20 sesi.
Pergerakan benchmark setiap komoditas dari penutupan terakhir sebelum peristiwa. Pembacaan historis menggabungkan peristiwa serupa di masa lalu; itu menggambarkan apa yang terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Bukan nasihat investasi.